Nilai yang Dimaksudkan oleh Guru Kampung

Nilai yang terdapat dalam cerpen, novel dan teks biografi Dimaksudkan oleh Guru Kampung
Gambar ilustrasi
Anak - anak sekalian, saya meyakini saat seseorang menyebutkan kata "nilai", sebagian besar anak - anak, bahkan orang dewasa mengartikannya sebagai angka. 

Misalnya angka 1, 2, 3 dan seterusnya. Tidak salah penafsiran yang demikian. 
Tetapi yang saya maksudkan nilai dalam tulisan ini adalah pandangan hidup seseorang yang diyakininya sebagai suatu kebenaran. Sumbernya bisa dari ajaran agama, maupun ajaran sosial yang ada dalam keluarga atau masyarakat. 

Contoh:

  1. Apabila seseorang melakukan tindakan mencuri dianggap dosa karena dalam ajaran agama mana pun tidak membenarkan siapa pun untuk mengambil barang orang lain tanpa izin.
  2. Melewati kerumunan orang tua yang sedang duduk, tanpa mengatakan "perimisi" dianggap tidak sopan. Itu ajaran sosial yang ada dalam masyarakat dan keluarga.

Dua hal di atas yang yang saya maksudkan sebagai nilai dalam tulisan ini.

Nilai yang yang saya maksudkan dalam tulisan ini akan kalian temui dalam teks cerpen, teks biografi dan teks - teks yang lain. 

Jadi saat saya minta temukan nilai-nilai yang terdapat dalam teks biografi, cerpen atau karya yang lain kalian sudah memahami maksud saya. 

Sekian penjelasan saya tentang nilai, apabila tidak memahami maksud saya silakan bertanya lewat kolom komentar di bawah ini.

Disclaimer:

Tulisan ini dibuat untuk siswa-siswi SMA Kasih Karunia Jakarta, jadi penggunaan kata "saya" dan anak - anak tidak umum. 
Jangan lupa baca: sejarah 'lahirnya' guru kampung 

Ide tulisan dari berbagai sumber
Gambar ilustrasi: google (scrintshot KBBI online)
Nilai yang Dimaksudkan oleh Guru Kampung
Martin Karakabu
Martin Karakabu Hanya guru kampung dan blogger newbie. Saat ini mengajar di SMA Kasih Karunia Jakarta

Posting Komentar untuk "Nilai yang Dimaksudkan oleh Guru Kampung"