ads here

8 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah

7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Guru kampung bersama siswa
Pendidik terkasih, terutama guru - guru hebat yang pernah mendidik saya. 

Pahlawan pendidikan yang berjuang di garis batas atau 

Pendidik inspirasi di mana saja mengabdi. 

Tulisan ini tidak bermaksud menggurui para guru. Mohon maaf jika ada kata atau kalimat yang 'bernada' menggurui. Itu hanya persoalan gaya menulis. 

Tidak ada niat untuk merasa diri lebih tahu dari rekan guru yang sedang membaca tulisan ini. Tujuannya hanya berbagi pengalaman, jika bermanfaat itu semua karena Tuhan bukan karena kehebatan saya.

Mari bapak dan ibu guru, kita sama - sama 'melihat' kegiatan belajar maupun mengajar di sekolah; 
  • selalu ada duka sisi, suka dan tidak suka, 
  • guru dan murid, 
  • mencintai dan membiarkan. 

Menciptakan harmonisasi antara hal - hal yang berbeda seperti ini membutuhkan cinta, senyum yang ramah, bersikap terbuka agar siswa merasa dicintai dan guru merasa dihargai.

Kita akan membahas bersama -sama dalam tulisan yang berjudul 7 cara membuat guru bahagia dan murid senang mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. 

Pembahasannya sangat panjang. Apabila bapak ibu guru membacanya sampai selesai maka guru kampung menawarkan dua hal.
  1. 3 trik membuat guru bahagia dalam mengajar, dan 
  2. 5 tips membuat siswa senang mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.  
7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Guru kampung saat mengajar
Pertama - tama mari kita lihat kondisi berikut ini.
  • Guru Bahasa Indonesia yang ceramah terus menerus di depan kelas?
  • Guru Bahasa Indonesia yang sepanjang pelajaran hanya duduk di meja guru?
  • Guru yang marah - marah tanpa diketahui penyebabnya oleh siswa.
Siswa lelah karena jam pertama fisika, 

Jam kedua matematika, 

Jam ketiga sejarah. 

Metode yang digunakan adalah ceramah, kemudian jam terakhir guru Bahasa Indonesia masuk menggunakan metode yang sama.

Dalam kondisi yang seperti itu, "apakah siswa bisa memahami apa yang diajarkan oleh guru Bahasa Indonesia pada jam terakhir?". 

Jawabannya tentu beragam, tetapi menurut guru kampung siswa tidak maksimal lagi dalam mengikuti pelajaran karena lelah dan jenuh. Maka secara otomatis tujuan pembelajaran tidak akan tercapai secara maksimal. 

Jika tujuan pembelajaran tidak tercapai, apakah bapak dan ibu guru pernah mengeluh, "ah anak zaman sekarang susah, kita sudah berusaha maksimal tetapi minat belajarnya kurang".

Biar adil guru kampung mengajak kita semua untuk melihat keluhan umum yang disampaikan oleh siswa.
  • Gaya menggajarnya membosankan.
  • Guru tidak mengerti siswa.

Di sisi guru, bisa jadi mengharapkan tiga hal berikut ini.
  • Dicintai murid.
  • Nilai siswa bagus dan 
  • sikapnya sopan.

Pertanyaan reflektif buat kita semua, guru mana yang tidak ingin dicintai muridnya?

Belum sampai di depan kelas siswa sudah berteriak, "ibu - bapak, saya bawahkan bukunya ya”. 

Menurut guru kampung, siswa semangat dalam belajar adalah harapan semua guru. Apalagi nilainya bagus dan sikapnya sopan. 

Tentunya yang ideal seperti itu agak sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa. 

Mari kita sama - sama mempelajari 3 trik dan 5 tips berkut, semoga bisa menjadi solusi alternatif dari masalah - masalah di atas.

3 Trik membuat guru bahagia 

Pertama menjadi teman bagi peserta didik

Supaya guru bahagia maka jadilah teman bagi murid, maksud guru kampung bukan berarti setiap hari guru harus ke mall bersama siswa.

Bukan seperti itu, tetapi dalam membangun keakraban dengan siswa hendaknya jangan menonjolkan keguruan.

“Ah saya guru anda murid, jadi harus dengarin saya”. Tidak seperti itu, melainkan berbaur dengan siswa dan menciptakan suasana santai dalam belajar.
https://www.gurukampung.com/2020/05/sejarah-lahirnya-blog-guru-kampung.html
Guru Kampung bersama siswa Kanaan Jakarta
Bila perlu jika guru yang bersangkutan memiliki waktu luang bermainlah futsal bersama siswa atau mengundang siswa saat ulang tahun. Hal ini akan membangun kedekatan emosianal antara guru dan murid.

Tetapi ingat!

Kelakukan jangan seperti anak-anak, tetaplah sebagai seorang guru yang bijak dan tegas, namun santai dalam penerapannya. Maaf hanya mengingatkan saja.

*
Jika harus marah maka marahlah, asalkan pesannya jelas dan siswa tahu kesalahannya dimana. Namun perlu diingat, jangan pernah lupa untuk selalu menyediakan pintu maaf bagi siswa karena mereka sedang bertumbuh dan berkembang.

Jika lakukan trik ini maka percayalah murid-murid yang nakal di sekolah bisa dikendalikan karena mereka tahu guru ini respek terhadap mereka.

Kedua lakukan karena cinta

Trik yang kedua ini, bila dilakukan dengan benar maka bahagia dalam mengajar Bahasa Indonesia pasti terjadi.

Maksud guru kampung ialah apa pun yang dilakukan oleh guru dalam mengajar di sekolah, lakukan atas dasar cinta kepada Tuhan;
  • Bukan untuk siswa,
  • Bukan untuk manusia pada umumnya,
Tetapi cara berpikirnya diubah, “saya ingin lakukan yang terbaik untuk Tuhan bukan untuk manusia”.

Intinya berilah kemampuan terbaik yang bapak dan ibu guru miliki kepada siswa karena cinta kepada Tuhan.

Jika hal ini dilakukan dengan sepenuh hati maka percayalah anda akan bahagia dalam mengajar Bahasa Indonesia di sekolah.

Contoh konkret seperti apa?

Hal-hal yang bisa dilakukan oleh bapak dan ibu guru di depan kelas bisa seperti ini.
  1. Berilah senyum kepada siswa, walau siswa itu membuat bapak dan ibu guru marah, anggap saja senyum terbaik ini saya berikan untuk Tuhan melalui siswa tersebut.
  2. Mengajar sejelas-jelasnya, berikan contoh yang paling kongkrit, buatlah siswa-siswi paham dengan seutuhnya maksud bapak ibu guru. Anggap semua yang dilakukan itu untuk Tuhan.
dan seterusnya, silahkan bapak dan ibu guru berkreasi sendiri.

Ketiga biarkan

Iya trik ketiga supaya guru bahagia saat mengajar adalah dengan membiarkan apa yang terjadi. 

Maksud guru kampung ialah, apabila bapak dan ibu guru sudah melakukan trik pertama, menjadi teman bagi siswa. Sudah menerapkan trik kedua, melakukan yang terbaik seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, namun tidak ada perubahan yang terjadi pada siswa maka trik terakhir adalah biarkan.

Cara ini akan membuat guru bahagia.
  1. Mungkin perubahan bukan hari ini,
  2. Mungkin perubahan bukan di sini, tetapi percayalah setiap manusia pasti bisa berubah.

Selanjutnya tips supaya siswa senang belajar Bahasa Indonesia menurut guru kampung.

Tips pertama #berikan senyuman kepada siswa

Amsal 17 hati yang gembira adalah obat yang manjur, ciri-ciri orang gembira salah satunya dengan tersenyum. Gembira dan bahagia kita yang ciptakan bapak dan ibu guru.

Sama halnya dengan mengajar Bahasa Indonesia, jika bapak ibu menginginkan siswa semangat dalam mengikuti pelajaran, maka biasakan untuk tersenyum ramah kepada siswa.
  1. Saat masuk kelas,
  2. Saat menjawab pertanyaan siswa,
  3. Saat memberi apresiasi kepada siswa; jangan pernah lupa untuk memberikan senyum yang tulus kepada siswa.
Tidak ada orang yang suka dengan sikap cemberut dan marah-marah, apalagi marak-marah yang tidak jelas kepada siswa.

Silahkan buktikan sendiri dan lihat hasilnya.

Tips kedua #bersikap terbuka kepada siswa

Bersikap terbuka yang guru kampung maksudkan di sini ada dua. 

Pertama bersedia dikritik oleh siswa, kedua mengajar dengan ekspresi.

Guru juga manusia, artinya guru juga bisa salah karena tidak ada manusia yang sempurna.

Menyadari hal itu maka bersikap terbuka adalah penting dalam rangka menciptakan pembelajaran yang komunikatif dengan siswa.

Contoh

Jika gurunya salah dalam menjelaskan materi, akuilah itu dan perbaiki segera. 

Beri apresiasi kepada siswa yang mengatakan hal itu, bukan malah siswa yang bersangkutan dimarahin.

***
Jika siswa dimarah oleh guru karena mengkritik gaya mengajar gurunya, menurut guru kampung itu kurang tepat.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, termasuk seorang guru sekalipun.

Jadi terbuka terhadap segala kritikan adalah ciri seorang pendidik sejati.

Maaf tidak bermaksud menggurui para guru, pernyataan di atas hanyalah pandangan subjektif guru kampung secara pribadi.

Jika bapak ibu guru menerapkan tips ini, maka percayalah;
Penghargaan dari siswa akan diperoleh,
Semangat belajar dari peserta didik akan didapatkan.

Selain itu, bersifat terbuka yang kedua adalah mengajarlah dengan ekspresi (bukan berarti berteriak).
7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Mengajar dengan ekspresi oleh guru kampung


Contoh:

Untuk menjawab pertanyaan Martin ada dua hal yang perlu dipahami.  

“Pertama….”

Jadi saat bapak ibu mengatakan ada dua hal, bukan duduk di meja guru dan mengatakan hal tersebut, melainkan berdiri, menunjukan dua jari. Kemudian menjelaskan satu persatu.

"Hal pertama, menunjukan 1 jari…dan seterusnya”
7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Guru kampung saat mengajar


Tips ketiga #gestur yang menunjukan perhatian kepada siswa

Yang dimaksudkan gestur di sini adalah gerak tubuh yang menunjukan perhatian kepada siswa.
7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Perhatian kepada siswa

Contoh:

Apabila siswa sedang bertanya membungkuklah ke arah depan, kemudian fokuslah kepada pertanyaan siswa.
7 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menurut Guru Kampung
Guru kampung mengajar di SMA Kanaan
Jika melakukan tips ini maka siswa yang bersangkutan pasti senang, karena gurunya mendengarkan dengan penuh perhatian.

Tips keempat #memberi apresiasi dan semangat

Siapa si yang tidak mau dihargai?

Setiap orang pasti mau dihargai.

Siswa juga manusia muda yang membutuhkan penghargaan dan apresiasi dari guru.

Melalui apresiasi dan penghargaan membuat semangat siswa akan semakin besar, karena siswa merasa dihargai dan didukung oleh gurunya.

Ini bisa dilakukan melalui dua cara.

Pertama beri apresiasi melalui tepuk tangan,

Jempol, ataupun pengakuan, “wah luar biasa, ini keren bangat”.

Kelihatannya sepele tetapi ini sangat berarti bagi siswa.

Kedua melalui kontak fisik, 

Misalnya menepuk pundaknya, sambil berkata, “ini hebat, pak guru bangga sekali dengan kerjamu hari ini”.

Bisa juga dengan mengelus rambut sebagai tanda kasih sayang dari seorang guru kepada muridnya.

Tetapi ingat.
Bapak ibu guru harus tahu umur siswa dan tempat-tempat yang boleh atau tidak untuk disentuh oleh seorang guru.

Tips kelima #menatap siswamu dengan penuh perhatian dan cinta yang tulus.

Jangan gagal paham dengan kata cinta di atas bapak dan ibu guru. Baca dengan teliti maka bapak dan ibu guru tahu maksud saya. Pandanglah siswa dengan rasa sayang, lihatlah hatinya. Kedengarannya aneh dan membingungkan.

Sederhananya seperti ini, andaikan anda jadi siswa bagaimana perasaannya?

Kalau setiap usaha,

Pengorbanan, dan

Pengakuan jujur dari siswa terus menerus dianggap salah oleh guru?

Jadi tipsnya:
  1. Dengarkankan dengan penuh perhatian apa yang disampaikan oleh siswamu,
  2. Tataplah dengan penuh perhatian dan cinta yang tulus.
Poin pentingnya adalah bersikap empati kepada siswa.

Jika ini dilakukan dengan tulus maka percayalah bapak dan ibu guru;
  • Cinta,
  • Penghargaan, dan
  • Semangat belajar yang tinggi akan terlihat dari siswa.

Penutup

  1. Guru dan murid saling membutuhkan satu sama lain. Namun dalam kegiatan belajar dan mengajar sering terjadi perbedaan pandangan. 
  2. Guru mengharapkan peserta didik yang memiliki nilai bagus dan sikap yang sopan. Sedangkan siswa mengharapkan pengertian dan teknik mengajar yang sederhana namun berkesan. 
Cara mengatasinya ialah menjadi teman bagi siswa. Lakukan itu semua dengan ketulusan, seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. 

Tipsnya: 

  • selalu tersenyum, 
  • bersifat terbuka, 
  • perhatian, dan 
  • selalu memberi apresiasi terhadap setiap hal baik yang dilakukan muridmu.

Semoga ulasan sederhana ini bisa bermanfaat bagi rekan guru sekalian. 

Lakukan semua karena cinta maka apresiasi akan diperoleh. 
Selamat mendidik guru - guru hebat.

  • Sumber tulisan  : Pengalaman pribadi
  • Sumber foto : Dokumentasi pribadi
  • Ditulis oleh Martin Karakabu, admin blog guru kampung
Martin Karakabu
Martin Karakabu Guru Kampung dan Blogger Newbie. Personal Blog www.martinkarakabu.com

5 komentar untuk "8 Cara Membuat Guru Bahagia dan Murid Senang Mengikuti Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah "

  1. Ya guru kena pandai beri penerangan dan contoh supaya murid-murid faham.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas apresiasi dan kunjungannya, tetap semangat dan mari terus berkarya. salam.

      Hapus
  2. Sepertinya Pak Guru Martin ini adalah guru yang dicintai murid2nya ya cieeee.... Bahagia tentunya ya. Feedback dari murid ada, perhatian dan saling pengertian juga ada. Palagi kalau anak2 paham apa yang diterangkan oleh guru, merupakan suatu kebahagiaan juga dong ya. Apalagi nilai2 mereka bagus2 dan akhlak juga nomor satu :)

    BalasHapus
  3. Seandainya ya mas, semua guru seperti mas Martin, mungkin anak2 sekolah bakal berkurang yg nakalnya :D.

    Tipe guru favoritku dulu, juga yg seperti itu. Yg ngerti cara mengajar yg tidak membuat bosan para siswa. Apalagi kalo sebelumnya udh dibantai Ama mata pelajaran susah kayak math, ato fisika.

    Bahasa Indonesia dan BHS inggris dari dulu slalu jd pelajaran fav ku, bukan Krn pelajarannya aku kuasai, tapi juga Krn gurunya mengajar dengan enak. Tegas, tapi tau menghadapi murid2nya.

    Aku prnh dapet guru baru akuntansi. Jd ceritanya dia jd guru pengganti yg sebelumnya. Guru sebelumnya itu asyik bgt, baik dan mengajar dengan enak ke murid2. Kita jd ngertilah kalo diajarin Ama dia.

    Pas diganti Ama guru ini, semuanya jd blank. Ntah mana yg salah. Sikap si gurupun kita ngerasa ga enak, Krn dia seolah ingin meniru cara si guru sebelumnya, yg mana jadinya aneh dan ga terlihat tulus di mata murid. Sampe akhirnya si guru meledak, Krn ngrasa kita ga menghargai dia. Yg bikin kita melongo, dia dengan sok jagoannya, ambil meja, dan melempar itu meja ke dinding belakang.

    Dan jujur sikap dia yg arogan Krn merusak properti sekolah malah bikin kami ga respek . Seharusnya bersikap lah apa adanya, sesuai kepribadian kita. Ga usah meniru2, dan malah kacau jadinya. Aku lupa tuh akhirnya gimana. Seingetku itu guru akhirnya mengundurkan diri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo mbak Fanny terima kasih banyak atas komentarnya yang sangat memotivasi. Juju saya sebagai guru senang mendengar cerita jujur seorang mantan murid tentang gurunya.

      Melalui komentar mbak Fanny ini pun menjadi bahan refleksi buat saya secara pribadi bahwa menjadi apa adanya bisa jadi dibenci namun pilihan menjadi apa adanya biasanya selalu hadir benih cinta, simpati dan kagum dari peserta didik (pengalaman pribadi saya), Namun saat seorang guru harus menjadi pribadi yang lain biasanya seperti cerita mbak Fanny di atas hehehe.

      Bukan menjust sahabat guru tetapi pengalaman saya pribadi sebagai guru muda (selesai wisuda langsung dapat kesempatan ngajar di STM), ya kejadian seperti yang mbak Fanniy kisahkan di atas.

      Dari situ saya banyak belajar, terutama belajar mengenal pribadi siswa, saya percaya mengenal lebih dekat kita akan tahu lebih baik.

      Alasan mengapa siswa melakukan tindakan tersebut, namun menjadi guru idealnya mencintai dan merasa terpanggil jika tidak barangkali cerita mbak Fanny di atas bisa saja terjadi... hehhee...

      Terima kasih banyak sudah hadir mbak, senang sekali mendapatkan komentar positif dan membangun seperti yang dilakukan mbak Fanny. Sukses selalu dan tetap semangat ya...

      Hapus

Posting Komentar

*Terima Kasih atas Kunjungannya*
Mohon komentar menggunakan url blog, bukan link postingan.