Suport saya dengan Subscribe

Debat Bukan Kegiatan Adu Argumentasi, Melainkan Adu Strategi

Debat Bukan Kegiatan Adu Argumentasi, Melainkan Adu Strategi
Debat yang pastinya bukan kegiatan adu argumentasi. Pernyataan ini bisa jadi salah apabila sobat tidak membaca artikel ini sampai habis.

Saat sobat membaca artikel ini sampai selesai sobat akan menemukan jawaban, apa itu debat.

Pengantar

Dalam berbagai buku Bahasa Indonesia maupun tulisan di internet debat diberi pengertian sebagai kegiatan adu argumentasi antara satu orang dengan orang yang lain, atau sekelompok orang dengan kelompok yang lain.

Intinya debat adalah kegiatan argumentasi.

Itu bahasa dalam buku atau ulasan di internet.

Apakah itu salah?

Jawabannya tidak.

***

Melalui tulisan singkat ini guru kampung mencoba ‘melihat’ debat dari sudut pandangan yang berbeda.

Menurut guru kampung debat adalah cara kita mempengaruhi lawan bicara untuk mengikuti apa yang kita inginkan.

  1. Bisa mengubah pandangan, (ternyata saya salah dan anda benar).
  2. Pilihan politik, (ini lebih baik daripada itu).
  3. Atau mengikuti, (kalau begitu saya ikut anda saja).

Bagaimana caranya supaya bisa mempengaruhi lawan bicara?

Ada tiga hal yang dibutuhkan supaya mempengaruhi lawan bicara.

  1. Argumentasi
  2. Kelogisan
  3. Bukti

Contoh:

Satu tambah satu sebelas, bukan dua. (pernyataan)

Mengapa?

Karena tidak ada sama dengan.

Satu tambah satu dikatakan dua apabila ada tanda sama dengan (=) (argumentasi).

Argumentasi yang seperti ini tidak akan mempengaruhi lawan bicara.

Sobat muda membutuhkan sesuatu yang disebut logis.

Lihat gambar berikut:

Debat Bukan Kegiatan Adu Argumentasi, Melainkan Adu Strategi

Ilustrasi di atas cukup logis.

Sampai di sini sobat sudah membuat lawan bicara percaya namun belum yakin.

Anda harus membutuhkan literatur (bukti kongkrit) yang membuat lawan bicara yakin dan mengikuti pendapat anda.

Contoh

Dalam buku Matematika karangan prof. Martin Karakabu M. Pd, satu tambah satu bisa dikatakan dua apabila ada sama dengan (=).

  • Jika tidak ada simbol tersebut maka satu tambah satu tidak bisa dikatakan dua.
  • Jika anda tidak percaya silahkan lihat sendiri. (berikan atau tunjukan sebagai bukti).

Anak - anak yang terkasih,

Sampai pada taraf ini maka kalian sudah berhasil mempengaruhi lawan bicara.

Selanjutnya, apakah yang bersangkutan mau mengikuti pendapat anda atau tidak, itu tergantung penilaian subjektifnya. Namun cara mempengaruhi lawan bicara dalam debat gambarannya seperti itu.

Qonklusi

Jadi apa itu debat?

Jawabannya debat adalah cara kita mempengaruhi lawan bicara untuk mengikuti kita.

  1. Debat adalah kegiatan argumentasi, tidak salah namun pemahaman yang seperti ini bisa ditafsirkan menjadi negatif. Apabila lawan bicara kurang memahami substansi debat dengan baik.
  2. Solusi yang guru kampung berikan ialah memahami debat sebagai cara untuk mempengaruhi orang lain.
  3. Supaya lawan bicara terpengaruh dan mengikuti anda, dibutuhkan argumentasi yang logis dan bukti yang kongkrit.

Baca ulasan lengkapnya pada tulisan yang berjudul konsep dan fungsi pembicara 1, 2, dan 3 dalam debat perlemen Asia.

1 komentar untuk "Debat Bukan Kegiatan Adu Argumentasi, Melainkan Adu Strategi"

  1. Menarik artikelnya. Debat simpelnya adalah adu argumen tentunya dengan alasan yang dipertang jawabkan, agar tidak mengarah ke debat kusir

    BalasHapus

Posting Komentar

*Terima Kasih atas Kunjungannya*
Mohon komentar menggunakan url blog, bukan link postingan.