Suport saya dengan Subscribe

Kelas Siswa: Pak Saya Mau Menulis Tetapi Susah untuk Memulainya, Begini Cara Mengatasinya

Kelas Siswa: Pak Saya Mau Menulis Tetapi Susah untuk Memulainya, Begini Cara Mengatasinya
Saat saya mengajak teman - teman guru atau peserta didik untuk menulis di blog, beragam tanggapan yang muncul. Namun satu yang paling menarik menurut guru kampung adalah "saya mau menulis pak, tetapi tidak tahu cara memulainya".

Dalam beberapa kasus ada yang mengatakan, "susah untuk merangkai kata - katanya".

Tulisan ini semoga mampu menjawab masalah di atas.

Kita mulai!

Saya mau menulis tetapi tidak tahu cara memulainya.

Menurut guru kampung, solusi dari masalah tersebut adalah "tulis saja apa yang sobat rasakan atau pikirkan".

Contoh:

Pak Martin ajak saya menulis di blog tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Saya bingung. Mau nulis apa coba?. 

"Ah sudahlah pusing amat. Emang dasarnya saya tidak punya bakat di bidang menulis".

Enak ya teman - teman yang punya blog, tulisannya dibaca orang, banyak teman dan lain - lain.

Saya juga pingin tapi susah amat ya, "ah kesal deh".

Di atas adalah tulisan yang berasal dari apa yang dirasakan (dipikirkan) oleh penulisnya. Jadi jawabannya tulislah apa yang sobat rasakan atau pikirkan pada saat itu.

Tipsnya:

  1. Tinggalkan sejenak masalah tata Bahasa (kecuali sobat berniat menulis buku atau jurnal ilmiah, tetapi kalau hanya sekedar menulis di blog pribadi maka tinggalkan sejenak aturan baku). Biar ide anda tersalurkan terlebih dahulu.
  2. Tulislah apa yang anda pikikan (rasakan) pada saat itu.
  3. Mulailah menulis, sekarang!!! karena cara untuk memulai menulis adalah mulai dan menulis. Tidak ada cara lain.
  4. Teruslah menulis karena menulis itu keterampilan. Supaya terampil orang harus lebih sering untuk latihan menulis.

Kesimpulannya:

  1. Mulailah menulis.
  2. Tulislah apa yang anda pikikrkan.
  3. Tinggalkan sejenak masalah aturan kebahasaan.
  4. Teruslah menulis.

Susah untuk merangkai kata - katanya

Solusi dari masalah tersebut adalah tulislah layaknya seperti anda berbicara dengan teman.

Contoh:

Ah saya kesal sekali sama si Dio hari di sekolah. Tapi sudahlah barangkali dia sedang dalam masalah sehingga bertindak demikian.

"Iya" tetapi kesal bangat deh.

Ah sudahlah mendingan saya nonton drakor saja biar hati senang.

Sesungguhnya di atas adalah dialog antara penulis dengan dirinya sendiri.

Jika tulisan di atas diedit maka hasilnya seperti ini.

Hari ini Dio membuat saya kesal. Saat jam pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah dia tidak mendengarkan apa yang saya jelaskan. Mungkin Dio sedang mengalami masalah di rumah. Besok saya akan cari tahu, sekarang nonton drakor dulu biar hati dan pikiran tenang.

Jadi tipsnya (untuk masalah kedua).

  • Tulislah seperti anda sedang berbicara dengan teman.
  • Biarkan beberapa hari kemudian diedit kembali. 
  • Saat ide dasar sudah disampaikan dalam tulisan (Poin pertama) maka mengolah kata menjadi kalimat yang padu bisa dilakukan asalkan tulisan tersebut diendapkan terlebih dahulu (dibiarkan dulu beberapa hari).

Catatan penting!

Tips di atas untuk pemula bukan profesional.

Penutup

  1. Menulis itu suatu keterampilan bukan bakat.
  2. Suatu keterampilan bisa dipelajari asalkan latihan secara terus menerus.
  3. Caranya mulailah menulis.
  4. Menulislah apa yang anda pikirkan dan rasakan.
  5. Biarkan beberapa hari.
  6. Edit

Jadi tulisan

Qonklusi:

Semua orang bisa menulis asal berlatih secara terus menerus. Caranya mulai menulis dan tulislah apa yang anda rasakan.

Demikian tentang sesi menulis di kelas siswa. Semoga bermanfaat. @Martin Karakbu #Guru kampung

1 komentar untuk "Kelas Siswa: Pak Saya Mau Menulis Tetapi Susah untuk Memulainya, Begini Cara Mengatasinya"

  1. Setuju mas Martin. Menulis itu bukan bakat. Beda Ama melukis ato bermain musik :D. Kalo itu ga bisa dipungkiri ada bakat yg hrs mengalir.

    Aku tuh nulis diary udh sejak SD. Awalnya Krn suka aja Ama bentuk2nya yg lucu, ada pake kunci pula. Trus kdg kertasnya wangi. Akhirnya mulai nulis apapun yg ada di pikiran. Ato kayak cara mas yg kedua, seolah2 sdg bicara Ama temen.

    Lama2 itu jd ngalir sendiri. Terlebih lagiiiii, kalo suka membaca. Krn dengan membaca, jd LBH mudah utk memulai tulisan. Kosa kata bertambah, ide2 dari buku bacaan makin banyak. ;).

    Jd kalo ada org bilang dia ga bisa menulis, aku rasa cm Krn males dan blm mau mencoba aja :p

    BalasHapus

Posting Komentar

*Terima Kasih atas Kunjungannya*
Mohon komentar menggunakan url blog, bukan link postingan.